Xherdan Shaqiri sempat menjalani periode yang sulit di bawah asuhan Josep Guardiola di Bayern Munchen, namun mengakui bahwa manajer Catalan merupakan sosok yang istimewa dan memiliki banyak tuntutan.

Pemain Swiss sempat jadi bagian dari tim raksasa Bundesliga, ketika pria yang kini menangani Manchester City masih bekerja di Allianz Arena.

Shaqiri sendiri bermain selama 39 laga di sepanjang kompetisi 12/13, dan ikut membantu Bayern memenangkan titel Bundesliga, DFB Pokal, dan Liga Champions. Namun demikian, sang pemain tidak masuk dalam rencana utama Guardiola, sebelum akhirnya pindah ke Inter Milan di 2015.

Pemain berusia 25 tahun, yang kini membela Stoke City, lantas menceritakan pengalamannya bekerja bersama Pep.

“Situasi saya berubah di bawah Guardiola, namun saya tidak pernah punya masalah dengannya,” tutur Shaqiri pada Spox.

“Sayangnya, saya mengalami cedera. Namun saya tidak bahagia karena saya memainkan banyak pertandingan sebelumnya dan saya sudah memberikan kemampuan terbaik ketika kami memenangkan treble. Namun kemudian pemain pelapis menggantikan saya, meski posisi mereka sebelumnya di bawah saya. Ini mengecewakan, meski saya tidak takut akan adanya kompetisi dan ingin membuktikan bahwa pelatih salah.”

“Latihan yang ia gelar spesial, amat detail, dan banyak menuntut, namun itu amat hebat. Kami melakukan semua dengan bola. Sementara di era Heynckes, kami akan berlari seperti kelinci ketakutan tiga kali sehari. Namun itu yang membuat semua orang fit 100 persen.”

Sumber; Bola.net