Ruud Gullit meminta Paul Pogba agar tak mengikuti jejak Memphis Depay yang lebih konsen untuk bergaya di sosial media ketimbang konsentrasi untuk tampil apik di atas lapangan.

Depay dibeli dari PSV pada tahun 2015 lalu. Ia awalnya digadang akan bisa sukses di Manchester United. Namun kenyataan berbicara lain. Pemain asal Belanda ini malah kerap menuai cemoohan dan akhirnya dilego ke Lyon pada musim dingin 2017 ini.

Sementara itu, Pogba dibeli pada musim panas kemarin dengan bandrol yang menjadikannya pemain termahal di dunia. Namun ia tak bisa tampil konsisten dan ia pun tak jarang dikritik oleh banyak pihak.

Pogba sendiri dikenal sebagai pemain yang modis dan suka mengubah gaya penampilannya, terutama rambutnya. Ia pun tak sungkan untuk memamerkan tampilan anyarnya itu ke berbagai platform sosial media.

Gullit pun angkat bicara soal kebiasaan tersebut. Menurutnya pemain asal Prancis tersebut harus mulai berhenti bergaya di sosial media dan fokus saja untuk memperbaiki penampilannya di atas lapangan.

“Paul Pogba akan melalui hal yang sama di United seperti Memphis Depay. Ia mungkin pemain paling mahal di dunia, tapi itu tidak dihitung jika ia menghabiskan lebih banyak waktu pada gaya pakaiannya, warna rambutnya dan media sosialnya,” ujar legenda Belanda ini menurut The Mirror.

“Paul harus bertanya Memphis – dan ia akan menyadari bahwa menjadi sukses dan mencapai tingkat teratas di United hanya memungkinkan jika Anda tampil bagus setiap pekan dan jika Anda mendedikasikan segalanya untuk karir Anda,” seru Gullit.

“Memphis banyak dikritik karena ia merasa lebih penting untuk meningkatkan citranya ketimbang meningkatkan kemampuan sepak bolanya. Ia seharusnya tahu bahwa hal-hal di lapangan harusnya didahulukan dibanding hal lainnya,” tegasnya.

Sumber; Bola.net